Banten

Bukan Orang Sembarangan? Misteri Sosok yang Berani Tawari Hercules Ratusan Miliar untuk Khianati Prabowo

Abdurahman | 10 Mei 2026, 21:07 WIB
Bukan Orang Sembarangan? Misteri Sosok yang Berani Tawari Hercules Ratusan Miliar untuk Khianati Prabowo
Misteri tawaran ratusan miliar: Hercules tetap pilih setia pada komitmen politiknya (Gemini.Ai)

AKURAT BANTEN – Sebuah pengakuan mengejutkan mengguncang jagat politik tanah air.

Dilansir dari laman CNN Indonesia.com, 10/5/2026 Rosario de Marshall, atau yang lebih dikenal sebagai Hercules, mengungkapkan adanya "operasi senyap" yang mencoba menggoyahkan kesetiaannya kepada Prabowo Subianto.

Bukan angka kecil, tawaran yang disodorkan mencapai ratusan miliar rupiah.

Pertanyaan besar pun muncul di benak publik:

Siapa sebenarnya sosok kuat yang memiliki akses dana sebesar itu dan berani bermain api di lingkaran terdalam dukungan Prabowo?

Baca Juga: Rudal Iran Sudah Bidik Target AS dan Kapal Musuh, IRGC: Siap Perang, Tinggal Tunggu Perintah Serang

Godaan "Cek Kosong" dan Kesetiaan Baja

Dalam berbagai kesempatan, Hercules menegaskan bahwa posisinya sebagai Ketua Umum GRIB Jaya bukan untuk diperjualbelikan.

Namun, tekanan dan godaan materi terus berdatangan seiring dengan makin dekatnya momentum politik penting di tahun 2026 ini.

Hercules bercerita bahwa ia didatangi oleh pihak yang menawarkan imbalan fantastis dengan satu syarat mutlak: berhenti mendukung Prabowo Subianto.

Tawarannya luar biasa, ratusan miliar rupiah. Mereka bilang, 'Bang, berhenti dari sana, ini ada uang muka'. Tapi saya katakan, harga diri dan komitmen saya tidak bisa dibayar dengan angka sebesar apa pun. Kesetiaan saya kepada Pak Prabowo sudah harga mati. — Hercules, Ketua Umum GRIB Jaya.

Baca Juga: Perang Memanas! Iran Belum Respon Proposal Damai AS, Israel Bombardir Lebanon dan Selat Hormuz Kian Mencekam

Siapa di Balik Layar?

Melihat nilai tawaran yang mencapai ratusan miliar, banyak pengamat meyakini bahwa aktor di balik upaya ini "bukan orang sembarangan".

Skala finansial sebesar itu hanya mungkin dimiliki oleh segelintir elite:

  • Konglomerat Hitam: Pihak yang mungkin merasa kepentingannya terancam oleh kebijakan tegas yang diusung Prabowo.

  • Aktor Politik Transaksional: Pihak yang ingin memecah belah kekuatan massa akar rumput menjelang transisi atau kebijakan strategis nasional.

  • Operasi Intelijen Politik: Upaya sistematis untuk mendelegitimasi dukungan moral terhadap pemerintah dengan cara "membeli" tokoh-tokoh kuncinya.

Baca Juga: Dunia Geger Iran Tulis Pesan Emosional di Rudal Sebelum Serang Kapal AS

Kekuatan Massa yang Ditakuti

Mengapa Hercules menjadi target?

Sebagai pemegang komando ribuan anggota GRIB Jaya di seluruh pelosok negeri, Hercules adalah simbol loyalitas yang militan.

Menarik Hercules keluar dari barisan Prabowo dianggap sebagai cara efektif untuk menggemboskan kekuatan dukungan di tingkat bawah.

Namun, upaya tersebut tampaknya menemui jalan buntu.

Penolakan Hercules terhadap uang ratusan miliar ini justru semakin mengukuhkan citranya sebagai sosok yang memegang teguh man of honor.

Baca Juga: Iran Ancam Hantam AS Jika Kapalnya Diserang, Situasi Selat Hormuz Makin Gawat

Pesan Kuat untuk Lawan Politik

Kejadian ini mengirimkan pesan dingin kepada para pemain di balik layar: Tidak semua tokoh bisa dibeli.

Pengakuan Hercules ini diprediksi akan membuat suhu politik semakin memanas, karena publik kini menantikan apakah identitas sang "penawar misterius" itu akan segera dibongkar ke permukaan.

Jika identitas ini terungkap, bukan tidak mungkin akan terjadi pergeseran besar dalam konstelasi politik nasional, mengingat keterlibatan dana jumbo dalam upaya penggembosan dukungan politik adalah isu yang sangat sensitif. (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman